Penyakit Asam Lambung, Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Penyakit Asam Lambung, Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Penyakit Asam Lambung, Gejala, Penyebab dan PengobatannyaAsam lambung atau dalam istilah kedokteran disebut dengan Gastroesphageal Reflux Disease yang disingkat dalam istilah GERD.

Merupakan sebuah kondisi gangguan kesehatan pada organ pencernaan yang ditandai dengan rasa nyeri pada ulu hati atau sensasi rasa terbakar di dada. Kondisi tersebut bisa terjadi akibat dari naiknya kadar asam lambung menuju esofagus.

Esofagus ini merupakan sebuah sebutan dari istilah kerongkongan yang merupakan bagian dari saluran pencernaan penghubung antara mulut dan lambung. Penyakit asam lambung ini juga termasuk kondisi gangguan sistem pencernaan yang cukup lumrah terjadi di kalangan masyarakat. Bahkan anak remaja sekalipun bisa pula terserang masalah asam lambung ini.

Gejala Asam Lambung

Kondisi kadar asam lambung yang naik atau terlalu berlebihan di dalam lambung bisa menimbulkan terjadinya beberapa gejala asam lambung. Ketika asam lambung naik, jaringan dinding kerongkongan dan mulut dapat teriritasi oleh asam lambung ini.

Berikut beberapa gejala paling umum dari para penderita asam lambung, diantaranya :

  • Sensasi rasa terbakar di area dada atau disebut dengan nyeri ulu hati

Kondisi semacam ini dirasakan pada bagian tulang dada akibat kondisi asam lambung yang naik menuju esofagus. Rasa nyeri ini kemudian bisa terasa lebih kuat setelah mebungkuk atau setelah makan.

  • Refluks asam lambung

Kadar asam di dalam lambung bisa kembali lagi menuju kerongongan dan mulut. Sehingga bisa memicu timbulnya rasa pahit dan asam pada mulut.

Selain menimbulkan gejala yang sangat umum, beberapa gejala lain yang mungkin bisa terjadi diantaranya :

  • Sakit dada

Seolah-olah merasa ada yang mengganjal di kerongkongan saat menelan.

  • Laringitis

Yaitu terjadinya peradangan pada pita suara atau laring yang membuat tenggorokan terasa sakit hingga membuat suara menjadi parau. Serta beberapa gejala lainnya seperti :

  • Batuk kering yang bisa terjadi tanpa henti, terutama ketika malam hari
  • Mengi
  • Gigi menjadi rusak
  • Merasa kesulitan atau terasa nyeri saat menelan
  • Bersendawa dan kembung
  • Bau napas yang tidak sedap
  • Mengalami peningkatan jumlah air liur secara mendadak.

Untuk penyakit asam lambung yang bersifat ringan yang hanya terjadi dalam satu atau beberapa kali kambuh dalam sebulan, umumnya tidak memerlukan pengobatan lebih intensif.

Hanya saja para penderita disarankan untuk menjaga atau mengubah pola makan mereka menjadi lebih sehat dan lebih teratur, ataupun dengan cara melakukan pengobatan alami dari jamu-jamuan tradisional.

Akan tetapi untuk asam lambung yang sering terjadi kekambuhan atau menunjukkan gejala-gejala lebih parah, sangat dianjurkan untuk segera melakukan pengobatan. Maka sebaiknya jika Anda mengalami satu atau beberapa gejala di atas, segeralah periksakan sedini mungkin.

Penyebab Timbulnya Penyakit Asam Lambung

Pada umumnya, penyakit asam lambung ini terjadi akibat organ LES atau lower esophageal sphinchter mengalami gangguan maupun tidak bisa berfungsi dengan baik. LES ini merupakan lingkaran otot pada bagian bawah esofagus yang berfungsi sebagai gerbang penjaga.

Saat makanan masuk melalui mulut, otot LES ini akan rileks membiarkan makanan masuk ke dalam lambung. Setelah makanan lewat, otot LES kemudian tegang dan menutup kembali agar makanan atau asam lambung tidak naik kembali ke atas menuju ke kerongkongan atau esofagus.

Akan tetapi pada penderita asam lambung, otot LES ini mengalami kelemahan. Yang mengakibatkan asam lambung dapat naik atau lolos kembali menuju esofagus. Para penderita kemudian bisa merasakan sensasi rasa terbakar di dada atau nyeri ulu hati. Serta akan membuat perut menjadi terasa tidak nyaman dan tidak enak.

Sekalipun belum ada yang mengetahui secara pasti kenapa LES ini bisa melemah, namun terdapat beberapa faktor terkait dengan kondisi ini.

Faktor Risiko Seseorang Mengalami Asam Lambung

  • Faktor risiko yang pertama ialah karena kondisi Obesitas

Atau kelebihan berat badan, serta orang berbadan gemuk juga memiliki tekanan lebih tinggi di dalam lambungnya, ketibang seseorang dengan berat badan ideal.

  • Faktor kedua ialah karena terlalu banyak mengonsumsi cokelat, kopi, dan alkohol.

Beberapa unsur di atas diketahui dapat membuat otot LES menjadi rileks, sehingga asam lambung kemudian bisa naik menuju kerongkongan. Bukan itu saja, akibat merokok juga bisa membuat asam kondisi asam lambung semakin memburuk.

  • Faktor ketiga ialah terlalu banyak mengonsumsi jenis makanan berlemak

Jenis makanan yang berlemak memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna di dalam perut. Sehingga kadar asam lambung yang diproduksinya akan lebih banyak dan berisiko naik kembali menuju esofagus.

  • Faktor keempat ialah akibat kondisi kehamilan

Seseorang yang tengah berada dalam masa kehamilan bisa mengalami perubahan hormon, dan inilah yang membuat kondisi LES semakin melemah. Selain itu, akibat lainnya juga bisa terjadi peningkatan pada perut.

  • Faktor kelima ialah memiliki penyakit hernia hiatus

Kondisi ini terjadi saat sebagian organ lambung terdorong sampai melewati diafragma. Pada penderita hernia hiatus, LES juga mengalami pelemahan. Serta faktor stres pun berperan kuat dalam melemahkan otot LES.

  • Faktor selanjutnya ialah para penderita penyakit diabetes

penderita diabetes juga berisiko lebih tinggi mengalami asam lambung. Kadar gula yang terlalu tinggi bisa membuat saraf rusak dan mengendalikan otot perut.

Akibatnya, makanan yang tersisa di dalam perut akan tinggal lebih lama sebelum menuju usus halus. Dan kondisi tersebut bisa memberi kesempatan asam lambung naik ke kerongkongan.

Selain karena beberapa faktor di atas, faktor lainnya ialah akibat pengonsumsian obat-obatan yang berdampak melemahkan otot LES.

Bahaya Asam Lambung Jika Dibiarkan Terus-menerus

Kondisi asam lambung berlebih yang tidak segera ditangani dengan cepat bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan lain terjadi.

Asam lambung sejatinya memang berguna untuk sistem pencernaan. Yaitu berguna untuk menyerap nutrisi seperti kalsium, zat besi dan vitamin B12, serta untuk membunuh bakteri yang tertelan bersama makanan.

Cairan lambung sendiri terdiri dari lendir, asam klorida, campuran air, pepsin, elektrolit, dan zat organik. Cairan tersebut diketahui berisiko mengikis dinding lambung karena asam klorida yang terkandungnya.

Jika cairannya terlalu banyak dan dibiarkan begitu saja, maka akan banyak sekali bahaya yang mengintai tubuh. Beberapa diantaranya seperti :

  • Esofagus Barrett

Jika bertahun-tahun tak segera diobati, maka asam lambung bisa terus naik dan mengakibatkan terjadinya esofagus barret. Yaitu kondisi jaringan yang melapisi esofagus berubah menjadi jaringan yang menyerupai lapisan usus.

  • Radang kerongkongan

Saat memasuki kerongkongan, asam lambung bisa naik ke atas dan mengakibatkan esofagitis, menimbulkan peradangan bahkan hingga luka atau borok di kerongkongan. Serta bisa membuat  kerongkongan menyempit.

  • Heartburn

Atau dikenal dengan istilah nyeri ulu hati. Yaitu sensasi perih dan nyeri di bagian tenggorokan dan dada. Kondisi ini terjadi saat asam lambung naik ke kerongkongan, yaitu saluran yang membawa makanan dari mulut ke perut.

Rasa sakitnya tersebut bisa lebih parah saat berbaring atau membungkuk. Kondisi ini terjadi biasanya terjadi sesekali dan bisa dengan mudah diobati. Akan tetapi jika terjadi lebih sering, tentu akan mengganggu aktivitas dan kondisi ini juga bisa menjadi suatu gejala dari kondisi lebih serius.

  • Masalah pernapasan

Kondisi asam lambung juga bisa memperparah penderita asma dan pneumonia hingga bisa mengakibatkan terjadinya sesak napas ataupun kesulitan bernapas. Kondisi ini bisa terjadi saat asam lambung secara tidak sengaja naik dan tersedot saat bernapas.

  • Gigi rusak

Akibat cairan asam lambung yang naik menuju esofagus dan mulut, kemudian bisa mengikis enamel gigi atau lapisan bagian luar gigi yang keras. Akibatnya, gigi pun menjadi rusak. Umumnya tidak tersadari, namun akibatnya bisa semakin parah.

Makanan yang Baik dan Boleh Dikonsumsi Penderita Asam Lambung

Asam lambung sangat rentan mengalami kenaikan setelah penderita selesai makan. Maka selain mengatur jadwal makan lebih teratur, menyeleksi makanan yang tepat pun harus dilakukan.

Berikut makanan yang baik dan paling disarankan dikonsumsi oleh penderita asam lambung, meliputi :

  • Oatmeal, bubur havermut diketahui mengandung gandum utuh kaya serat. Sehingga bisa membantu menyerap asam lambung dan mencegahny naik kembali.
  • Pisang, buah pisang memiliki tingkat keasaman rendah. Sehingga membuatnya dapat menertalisir asam lambung dan meringankan setiap gejalanya.
  • Sayuran hijau, jenis sayuran seperti ini diyakini rendah kandungan asam sehingga baik untuk meringankan gejala refluks asam lambung
  • Daging tanpa lemak, menghindari makanan berlemak memang pilihan terbaik untuk para penderita asam lambung. Sebab minyak dari gorengan bisa memperburuk refluks asam lambung.
  • Putih telur dan sebaiknya hindari kuning telur.

Pantangan Makanan Penderita Asam Lambung

  • Makanan yang digoreng, jenis makanan ini diketahui dapat memperburuk gejala refluks asam lambung. Selain itu, makanan yang digoreng juga bisa memicu kolesterol.
  • Coklat, coklat bisa memicu naiknya asam lambung dan mengakibatkan otot sfingter melemas akibat kafein dan stimulan lainnya. selain itu, coklat pun kaya akan lemak.
  • Daging berlemak tinggi, daging tinggi lemak membutuhkan waktu cukup lama untuk dicerna tubuh sehingga bisa meningkatkan produksi asam lambung berlebih.
    Alternatifnya yaitu dengan membuang lemaknya dan disarankan mengonsumsinya cukup sekali dalam seminggu.
  • Tomat, diketahui mengandung asam lamat dan sitrat yang bisa meningkatkan asam lambung. Saat terlalu banyak mengonsumsi tomat asam lambung bisa mengalir ke kerongkongan. Dan tidak ada alternatif lain untuk mengurangi keasamannya tersebut.
  • Bawang bombay, berdasarkan sebuah studi, bawang bombay diketahui dapat mengakibatkan mual dan sendawa.
  • Buah citrus, meliputi jeruk nipis, jeruk, jeruk bali, dan lemon. Dipercaya pantang untuk dikonsumsi oleh para penderita asam lmbung. Sebab bisa menimbulkan terjadinya gejala asam lambung seperti batuk dan suara serak.
  • Kafein, sudah tidak asing lagi memang jika penderita asam lambung sangat pantang untuk mengonsumsi minuman berkafein.
  • Susu berlemak tinggi, pada dasarnya memang semua maknan berlemak tinggi bisa mengakibatkan refluks. Supaya lebih aman, konsumsilah produk olahan susu yang rendah lemak.
  • Soda, selain mengakibatkan perut kembung, minuman soda berkarbonasi juga bisa memperburuk kondisi asam lambung. Seperti mengakibatkan panas lambung, mual, dan mulas.
  • Alkohol, tidak berbeda jauh dengan minuman soda, alkohol juga dipercaya bisa merelaksasi katup bawah esofagus yang mengakibatkan refluks.

Pengobatan Penyakit Asam Lambung

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengobati asam lambung ini. Mulai dari penanganan sendiri melalui obat tradisional atau obat-obatan khusus, ataupun dengan melakukan tahapan medis yang lebih serius seperti operasi.

Nah di bawah ini kami akan informasikan beberapa tips sederhana untuk membantu meredakan gejala asam lambung, diantaranya :

  • Makan dalam porsi kecil namun lebih sering
  • Menurunkan berat badan saat diperlukan
  • Hindari mengonsumsi makanan pedas
  • Hindari mengonsumsi cokelat, makanan berlemak, dan tomat
  • Bila diperlukan, turunkanlah berat badan
  • Tidak merokok
  • Hindari minuman berkafein dan alkohol
  • Hindari langsung berbaring setelah makan
  • Posisikan tidur dengan meninggikan kepala untuk mencegah asam lambung saat berbaring
  • Hindari stres
  • Hindari menggunakan pakaian terlalu ketat.

Nah itulah sekilas penjelasan kali ini mengenai penyakit asam lambung dan sedikit penjelasannya, serta gejala dan hal-hal yang bisa menyebabkan penyakit asam lambung, serta tips alami pengobatannya. Semoga bermanfaat.

Post By : Info Kita Semua

Penyakit Asam Lambung, Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Leave a Reply

Silahkan Chat Disini!!